J |
embatan lama Mrican adalah peninggalan Pemerintah Kolonial Belanda. Jembatai ini merupakan salah satu asset yang mempunyai nilai sejarah tinggi. Tetapi sayang kini mengalami kerusakan berat sehingga tidak bias berfungsi sebagai mana mestinya. Pada kaki jembatan besi yang dibangun sejak zaman penjajahan Belanda ini, rangka pondasi terlihat jelas. “telapak” pada kaki penyangga jembatan legendaris ini kadang-kala bahkan tampak menggantung saat debit air menurun.
Jembatan peninggalan jaman Belanda itu sudah terbilang sangat tua. Jembatan sepanjang 10 meter yang menghubungkan wilayah Kabupaten dan Kota Kediri itu kini beberapa pondainya amblas hingga tidak lagi bisa dilalui oleh kendaraan bermotor.
“ Wesi seng nyonggo jembatan keli, mangkane saiki gak kenek diliwati” (besi yang menjadi penyangga jembatan hanyut, sehingga jembata tidak bias dilewati), kata seorang pemilik warung di dekat Jembatan lama.
Biang kerok kerusakan jembatan ini kemudian “diarahkan” ke para penambang pasir liar yang ada di sepanjang Sungai Brantas. “ ki goro-goro wong golek wedi neng Brantas kuwi lo Mbak” (ini gara-gara orang yang mencari pasir di Brantas itu Mbak), terangnya panjang lebar.
Penambang pasir ilegal di sepanjang sungai Brantas sangat banyak. Alat atau sarana penambangan yang mereka gunakan juga mengalami modernisasi sejak munculnya beberapa penambang besar yang mengadopsi mesin penyedot pasir bertenaga diesel. Tren modernisasi ini menular secara cepat dan masif ke kalangan penambang lain yang ada di sepanjang aliran sungai terbesar dan terpanjang di Provinsi Jawa Timur ini.
Arus sungai yang deras menyebabkan proses penggerusan cenderung merata. Tidak hanya di wilayah yang menjadi titik kosentrasi penam-bangan tetapi menyeluruh Akibatnya sungguh mengerikan. Eksploitasi besar-besaran material pasir ini menyebabkan keseimbangan lingkungan di sepanjang aliran sungai terganggu.
Dampak penu-runan dasar sungai kemudian menyeba-bkan puluhan atau bahkan ratusan konstruksi jembatan, plengseng, dan tanggul dalam bahaya karena erosi pada dasar sungai.
Semoga pemerintah setempat segera tergerak hatinya untuk menyelamatkan asset sejarah bernilai tinggi ini, sebelum Jembatan lama Mrican akan benar-benar hanya menjadi kenangan. (Kusnul, 07101070033)


kenapa y kok g ada yang peduli ma kamu
BalasHapus